about Malang City

tugu

PENDIDIKAN KOTA MALANG

Malang sebagai Kota Pendidikan adalah predikat yang sudah lama kita kenal. Predikat ini sudah menyatu dalam Tri Bina Cita Kota Malang. Kota Pendidikan katakanlah sebagai tujuan, maka hari ini merupakan bagian dari proses penting. Kalau prosesnya baik, maka tujuan akan dicapai dengan maksimal. Maka sebagai bagian dari masyarakat Malang, kita semua harus memikirkan agar keadaan kota Malang selaras dengan predikatnya sebagai salah satu kota pendidikan besar di Indonesia.

Pendidikan itu sebuah istilah yang luas cakupan dan pengertiannya. Bukan hanya menyangkut sarana dan prasarana, melainkan juga menyangkut pada pelaku pendidikan dan konsep yang disebut dengan kurikulum.Pendidikan itu adalah proses ‘memanusiakan’ manusia. Pendidikan itu adalah sebuah prosesi yang menghantarkan manusia sebagai makhluk social yang berinteraksi dengan pihak lain di luar dirinya.

Selanjutnya, bagaimana agar pendidikan di Kota Malang ini dapat meningkat fungsinya sebagai pusat pemberdayaan manusia yang unggul? Pertama, memaknai pendidikan itu sebagai ‘ruang’ dalam magnesia ilmu pengetahuan. Dalam banyak kenyataan, kita kadang memaknai pendidikan itu sebatas sebagai proses singkat untuk mendapatkan formalitas (ijazah, misalnya) dan status social lainnya.

Mungkin hal ini tidaklah melanggar etika formal pendidikan. Tetapi hal ini membuat orang malas belajar dan lebih banyak ‘menghafal’ ilmu itu tanpa mengetahui substansi pengetahuan itu sendiri. Andai saja kita memandang proses pendidikan itu sebagai sebuah upaya pembangunan kualitas diri, maka manfaatnya akan jauh lebih banyak dari sekedar target pragmatis.

Kedua, memaknai pendidikan itu sebagai proses menata diri agar memiliki kepekaan terhadap realitas yang terjadi di sekeliling kita. Produk pendidikan harus menjanjikan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul dan bertanggung jawab terhadap diri dan lingkungannya. Jangan sampai juga pendidikan menghasilkan manusia yang terampil, pintar tetapi tidak memiliki kepekaan social dan melanggar etika kehidupan.

Ketiga, setiap institusi pendidikan hendaknya membenah diri agar meningkatkan mutu baik pada tataran sarana maupun kualitas tenaga pendidikan. Para pendidik hendaklah menjadi motivator, penggerak dan ‘relasi’ yang harmonis bagi peserta didik. Hingga akan tercapai apa yang disebut dengan suasana pendidikan yang memanusiakan manusia. Kita penting memahami kecenderungan dan minat peserta didik dengan pendekatan yang rasional dan membangun. Kita menyaksikan betapa pesatnya perubahan jaman dan perkembangan teknologi. Kalau institusi tidak segera berlomba-lomba menata diri, maka akan tertinggal di jaman yang kian kompetitif ini. Saya kira konsentrasi pengembangan pendidikan harus lebih mendahulukan kualitas daripada kuantitas.

Keempat, persamaan visi yang diawali dengan membangun kekompakan. Pemerintah dan seluruh elemen masyarakat adalah entitas yang tidak bisa dilepaskan. Kota ini akan maju hanya dengan kerja keras dan dukungan masyarakat. Adapun setiap program pendidikan baik yang dilakukan oleh pemerintah maupun instansi pendidikan, akan dapat sukses bila ada dukungan, masukan, dan apresiasi mayarakat.

Masa depan kota Malang terletak di pundak kita semua tanpa terkecuali. Baik dan buruknya kondisi daerah di masa yang akan datang, tergantung komitmen, prakarsa dan partisipasi kita hari ini. Pada titik inilah factor pendidikan itu penting. Terciptanya suasana belajar yang kondusif, sarana/prasarana yang terus ditingkatkan, mutu pengajar yang terus ditempa dan paradigma yang terus digali kelak akan meminimalisir kesenjangan antara kualitas pendidikan di kota Malang dengan perkembangan jaman yang cenderung pesat.

MIRR (MALANG IJO ROYO-ROYO)

Gerakan Malang Ijo Royo-Royo yang digagas Wali Kota Malang Peni Suparto terus direspons positif oleh warga masyarakat Malang. Bahkan, warga di luar kota pun ikut menyumbang pohon untuk menyukseskan gerakan itu. Salah satunya adalah UD Tunas Baru Mulya (TBM) yang terletak di Dau, Kabupaten Malang yang menyumbang 1.000 batang pohon.Keikut sertaan dalam gerakan penghijauan tidak hanya dilakukan di Kota Malang, tapi juga di Kabupaten Malang dan Kota Batu.

Sementara itu, dinas pertamanan merekomendasikan jenis pohon yang akan ditanam pada gerakan Malang Ijo Royo-Royo. Khusus pohon pelindung adalah pohon mahoni, Terbesi (saman) dan pohon flamboyan kuning (Soga). Sedang untuk pohon produktif direkomendasikan pohon Sukun, Kluwih, Kayumanis, Kedongdong, Salam, Juwet, Blimbing, Duren, cerme, Genitu, Rambutan, Mangga, Mlinjo, dan Alpukat.

Lebih lanjut disampaikan bahwa selain kita dapat menanam, untuk kelanjutannya yang paling penting adalah perawatannya, minimal 3 bulan kedepan. Untuk itu diperlukan komitmen dan kerjasama dengan warga sekitar lokasi penghijaun untuk pemeliharaan tanaman tersebut.

Kegiatan yang melibatkan berbagai komponen masyarakat ini , diantaranya dari warga masyarakat, kalangan Perguruan Tinggi, Sekolah, pengusaha dan pers ini, diharapkan akan dapat menciptakan satu budaya ijo royo-royo, sehingga dari generasi ke generasi akan senantiasa tertanam sekaligus termotivasi untuk selalu mewujudkan lingkungan yang asri.

Sumber: http://www.jatim.go.id/news.php?id= http://www.pemkot-malang.go.id/berita/berita.php?subaction=showfull&id=1089856765&archive=&start_from=&ucat=1&

*Tri Bina Cita KOTA MALANG

Dalam salah satu Sidang Paripurna Gotong Royong Kotapraja Malang pada tahun 1962 ditetapkanKotaMalangsebagai: :
1.KotaPelajar/KotaPendidikan
2.KotaIndustri
3.Kota Pariwisata
Ketiga pokok tersebut menjadi cinta-cita masyarakat Kota Malang yang harus di bina. Oleh karena itu kemudian di sebut

TRIBINA CITA KOTA MALANG

Kota Malang sebagai Kota Pendidikan,

uni

Merupakan potensi daerah yang memiliki nilai jual dan daya saing baik di tingkat regional maupun nasional. Dalam era globalisasi dunia pendidikan menghadapi berbagai tantangan dalam menghadapi perubahan yaitu dengan adanya tuntutan masyarakat memperoleh fasilitas pendidikan yang baik dan berkualitas. Upaya yang dilaksanakan adalah dengan menciptakan visi dan misi pendidikan Kota Malang, menjalin mitra dengan lembaga perguruan tinggi baik dalam bidang pengkajian, pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi maupun dalam pengembangan kualitas Kota Malang pada umumnya.
Kota Malang dipenuhi oleh berbagai sekolah, kampus perguruan tinggi, lembaga pendidikan non formal atau tempat-tempat kursus, serta sejumlah pondok pesantren. Selain itu juga dilengkapi dengan fasilitas penunjang yang cukup memadai seperti tempat pemondokan, toko buku, super market, plaza, pusat pelayananan kesehatan masyarakat serta fasilitas penunjang lainnya yang tak kalah penting adalah adanya angkutan umum (transpotasi) yang tersedia ke penjuru kota (memiliki 25 jalur), yang menghubungkan 3 (tiga) terminal yang ada di Kota Malang, yaitu terminal Arjosari (arah Surabaya), terminal Gadang (arah Blitar), terminal Landungsari (arah Jombang/Kediri). Krisis ekonomi yang berkepanjangan membawa dampak ekonomi yang sangat berat bagi warga Kota Malang. Hal ini ditandai dengan meningkatnya angka pengangguran dan menurunnya tingkat pertumbuhan ekonomi. Namun dengan segala keyakinan dan senantiasa memanjatkan doa kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, maka krisis yang berkepanjangan ini sedikit-demi sedikit dapat teratasi. Upaya yang telah dilakukan untuk mengatasi krisis tersebut adalah dengan menciptakan lapangan kerja dan usaha yang seluas-luasnya serta menciptakan tenaga kerja yang berkualitas dan memiliki daya saing di pasar kerja.

Kota Malang Sebagai Kota Industri

keripiktempe1

Kota Malang sejak dulu sangat dikenal dengan industri rokok kreteknya. Diversifikasi produk industri kecil dan menengah yang mulai bangkit sejak berlangsungnya krisis ekonomi, masih memerlukan bimbingan dalam hal peningkatan mutu, teknis dan penanam modal untuk mempercepat pemulihan pembangunan ekonomi yang berbasis pada ekonomi kerakyatan, serta untuk perkembangannya di masa mendatang. Sedangkan industri besar yang ada di Kota Malang masih perlu adanya wahana untuk diperkenalkan secara luas, sehingga semakin mendukung produktivitas Kota Malang sebagai Kota Industri.

Kota Malang Sebagai Kota Pariwisata

tarekot

Dengan potensi alam yang dimiliki oleh Kota Malang, yaitu pemandangan alam yang elok serta hawa yang sejuk, teduh dan asri serta bangunan-bangunan kuno peninggalan Belanda, Kota Malang layak menjadi tujuan wisata bagi wisatawan dalam maupun luar negeri. Berbagai pilihan tempat perbelanjaan, baik yang bersifat tradisional maupun modern yang tersebar di berbagai penjuru kota sangat menunjang Kota Malang sebagai Kota Pariwisata. Perkembangan pusat-pusat perbelanjaan modern ini seiring dengan perkembangan kawasan perumahan yang melaju dengan pesat seakan tidak ada lagi lahan yang tersisa di Kota Malang. Di era otonomi daerah dan era globalisasi saat ini upaya pembangunan di segala bidang yang telah dilaksanakan merupakan sebuah langkah awal peningkatan citra, posisi dan peran Kota Malang dalam percaturan hubungan antar Kota, antar Propinsi, maupun antar Bangsa. Sekaligus merupakan sebuah peluang dan harapan yang bisa memberi manfaat bagi masyarakat Kota Malang sendiri

6 Komentar (+add yours?)

  1. bayu samudra
    Agu 02, 2009 @ 09:22:12

    i love malang city………..

    Balas

  2. dede
    Okt 26, 2010 @ 20:39:32

    nice gan…… malang adalah kota terindah yang pernah gw sapa.. masih ada yang tertinggal di kota malang, gw akan menyapa mu lagi malng…

    Balas

  3. si kembar
    Jun 07, 2011 @ 13:51:01

    gak cuma itu aja! Malang juga terkenal Sepak Bola nya… hehehe…

    Balas

  4. Bambang Eka S
    Jun 17, 2011 @ 13:10:16

    I Luv u Malang City…

    Balas

  5. melia arini lestari
    Jul 21, 2011 @ 10:23:48

    Aremanita

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: